Bagi Anda yang masih bingung, memulai bisnis. Ada baiknya membaca dahulu artikel ini mengenai bisnis menjadi agen broker properti . Sebenarnya bisnis ini sangat menjanjikan karena pangsa pasar yang relatif besar dan masih banyak yang belum digarap. Usaha ini tergolong menggiurkan karena banyaknya pemilik properti yang tidak memiliki banyak waktu dan koneksi untuk mempromosikan properti mereka. Selain ini bisnis ini juga tahan krisis ekonomi. Jika ekonomi lagi membaik banyak sekali orang yang ingin membeli properti sebaliknya jika ekonomi lagi memburuk banyak pemilik properti yang ingin menjual propertinya apakah dalam bentuk jual apartemen, jual rumah, jual villa maupun jual ruko mereka.
Tetapi banyak juga anggapan bahwa untuk menjalankan bisnis ini susah dikarenakan membutuhkan modal yang relatif besar dan banyaknya perizinan yang rumit untuk diurus.
Berikut beberapa tips untuk memudahkan Anda jika ingin menggeluti menjadi agen broker properti :
1. Bisnis ini sangat membutuhkan kesabaran dan ketekunan
Tidak mungkin jika Anda baru menggeluti bisnis ini, omset transaksi Anda langsung tinggi. Dibutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 bulan sejak mulai Anda memasarkan bisnis ini
2. Pilih lokasi yang memungkinkan untuk Anda pasarkan
Biasanya agen-agen besar sudah menguasai di kota-kota besar. Ada baiknya Anda riset dahulu kota-kota yang masih belum dikuasai oleh agen-agen besar tersebut, kebanyakan kota-kota kecil masih belum dijamah oleh agen tersebut.
3. Harus tidak gampang menyerah
Menjadi agen atau broker properti harus tangguh dan tidak gampang menyerah dalam mendapatkan properti yang akan dipasarkan, memiliki teknik negosiasi yang baik, jaringan yang luas. paham transaksi jual beli, mengerti perpajakan dalam transaksi jual beli dan terutama legalitas dokumen kepemilikan
4. Promosikan properti
Anda harus memiliki dana yang cukup untuk mempromosikan properti yang akan Anda jual. apakah itu melalui media cetak ataupun internet. Dengan membuat spanduk atau flyer pada properti sekitar Anda jualan atau mempromosikan melalui media social seperti facebook, twitter, path, forum jual beli. Ataupun dengan iklan berbayar di internet dengan Google Adwords karena jangkauannnya yang sangat luas walaupun dengan berbayar5. Saat melakukan penawaran atau negosiasi kepada pemilik. Jelaskan kepada pemilik biaya-biaya yang akan timbul saat pemasaran misalnya biaya promosi, biaya notaris, komisi dan lain sebagainya. Ada baiknya dimasukkan kedalam harga jual atau harga sewa supaya tidak terjadi kesalahpahaman dilain waktu.
6. Ketahui selera konsumen Anda.
Misalnya : Jika konsumen Anda menyewa properti untuk berbisnis, ada baiknya Anda tawarkan sewa ruko dengan lokasi yang strategis dengan kebutuhan bisnis konsumen Anda
7, Jika sudah mencapai kesepakatan dengan pembeli. Pastikan pemilik memiliki surat atau legalitas kepemilikan yang lengkap dan properti bebas sengketa.
8. Untuk memberikan kesan profesionalisme, ada baiknya Anda memiliki kartu nama yang memuat nama lengkap Anda, no telepon yang bisa dihubungi, alamat email, pin BB, website atau blog sehingga memudahkan pelanggan untuk menghubungi Anda.
Itulah beberapa tips yang dapat Anda jadikan patokan jika ingin memulai bisnis sebagai agen atau broker properti.
Baca juga artikel sejenis : Sukses di Bisnis Properti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar